Sang Mata Satu

Dahulu kala, hiduplah seorang anak bernama Caroline. Dia seorang anak yatim, dan hanya mempunyai ibu. Dia tinggal di pesisir pantai. Caroline sangat menyayangi ibunya, begitu juga sebaliknya. Mereka sangat bahagia. Tapi, kebahagiaan mereka sirna karna suatu peristiwa terjadi.
Saat
itu, pada malam hari datang sebuah kapal Bajak Laut. Perasaanku saat itu tidak
enak. Tapi aku tetap tenang. Setelah 1 jam di dalam rumah, aku ingin melihat
keluar. Tampak sebuah pemandangan yang amat mengerikan. Aku melihat para ibu-ibu
yang sedang berjalan tiba-tiba dirampok oleh Perompak Bajak Laut yang tadi
datang, lalu membunuhnya. Dan disana ibu aku terlibat. Dengan rasa cemas, aku
berlari. Tapi, terlambat. Baru sampai di tengah jalan, aku terpaksa melihat
ibuku dibunuh secara sadis. “Ibuuuu…” teriakku. “Diam kamu anak kecil,
hahahahhaa…teman-teman, ayo kita ke Kapal.” Ucap salah seorang awak kapal
mereka. Aku pun mengambil batu dan berlari ke arah orang yang membunuh ibuku.
Dengan cepat, orang yang membunuh ibuku pun menyayat mata kananku. “aahh…sa..sakiit”
teriakku kesakitan. “hahahahaha…sudah kubilang agar kau diam…dan rasakan
akibatnya….hahahaha” teriak orang yang membunuh ibuku. “Aku akan membalasmu
kelak nanti!!” janjiku lantang “hahahhaa…jangan bermimpi anak kecil…kalau kau
serius, ingatlah. Namaku Vilgard…hahahahaha…” teriak Vilgard dengan bangga. Mereka
pun meninggalkanku sendirian dengan rasa sakit di mataku. Dan aku pun mendapat julukan 'Sang Mata Satu'.
20
Tahun Kemudian
Aku
tumbuh menjadi seorang yang gagah berani. Aku pergi meninggalkan tempat
kelahiranku menuju lautan luas, yang pasti untuk balas dendam. Dalam
perjalanannya memakai sekoci kecil, aku bertemu kapal yang besar. Aku naik ke
atas kapal dan mencoba ber-komunikasi. “Kapten, apakah aku boleh menjadi anak
buah mu?” Tanyaku. “oooh…tapi ada syaratnya…mau coba?hehehe” jawab Kapten kapal
itu. “apa?” tanyaku penasaran. “kau serius?” Tanya kapten. “iya..” jawabku.
“kau harus melawan aku dengan apa pun keunggulanmu untuk mengenai daerah
perutku. Kau bersedia?” Tanya kapten. “Bersedia” jawabku tegas. “ayo mulai”
ucapnya.
Pertarungan
pun dimulai. Ternyata, kapten kapal ini memakai palu besar berbentuk kepalan
tangan raksasa, sangat pantas dengan tubuhnya yang besar. Sedangkan aku memakai
pedang yang berpelindung di gagang pemegangnya. Yang maju duluan adalah kapten.
Dengan ilmu pedang yang aku pelajari di tempat tinggalku, aku bias menangkis
dan menghindari serangannya dengan cepat dan, “Syaaat…” bunyi pedangku mengiris
perutnya. “Aaaahh…” teriak kapten. Dia tersungkur jatuh lemas. Aku pun
menghampirinya dan aku member tangan untuk membantu dia berdiri. “selamat, kau
diterima di kapal ini sebagai bagian layar…” ucap kapten tegas. “jadi, namamu
siapa?” Tanya kapten lagi. “namaku Caroline…” jawabku. “Namaku Caroll…aku yang
mendirikan awak kapal ini yang bernama ‘King Warlords’ dan aku yakin, kapal ini
akan ditakuti dan membawa kedamaian…hahahhahaha” Teriakan lantang sang Caroll.
Semua bersorak semangat. Aku tersenyum ke semuanya. Aku melihat hanya sedikit
awak kapal. Mungkin ini kapal baru, karena belum ada yang rusak. Aku langsung
mulai mempersiapkan hidupku di kapal ini.
Keesokannya,
ada pengumuman bertempur yang diteriaki oleh K.Caroll. Semua bergegas untuk
mengendalikan kapal dgn baik. Pertempuran tembak meriam pun tak terelakan. Belum
ada yang menang saat perang meriam, akhirnya awak kapal King Warlords menyerang
langsung ke kapal musuh. Pertarungan sangat sengit. Pada akhirnya dimenangkan
oleh awak kapal King Warlords. Ada satu orang yang melihatku saat bertarung dan
memujiku. “siapa namamu? Cara bertarungmu bagus” Tanya teman awak kapalku.
“Caroline, terima kasih. Ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanyaku. “Namaku
Travis. Aku cukup mahir menggunakan pedang. Lain kali, jika kau sudah punya
awak kapalmu sendiri, ber-duel lah denganku….hahahhaha” Ajaknya. “baiklah,
tunggu saja…” jawabku. Aku pun melanjutkan pekerjaanku dan mencari informasi
‘apa nama kapal Si Vilgard itu?’ tapi tak ada yang tahu. Hanya tinggal satu
lagi yang belum kutanya, yakni K.Caroll. “Kapten, apakah anda tahu apa nama
kapal di bangun K.Vilgard?” tanyaku. “memangnya kau perlu apa dengan dia?”
Tanya Kapten. “aku ingin bertemu dengannnya” jawabku dingin. “untuk apa kamu
bertemunya, untuk minum teh? Hahahahahahah” Kapten tertawa meremehkan. “aku
serius, aku ingin membunuhnya!” jawabku tegas. Kapten pun langsung diam. “kalau
kau benar benar seius, nama kapalnya adalah ‘The Diamond Vilgard’. Tapi, kurasa
kau tak mungkin menyamai dia, karena dia penguasa ilmu Kristal. Dia manusia
Kristal. Tubunya tak mungkin kau iris dengan pedang, kecuali kau pun memiliki
ilmu istimewa tersebut.” Terang kapten. “bagaimana cara mendapatkannya?”
tanyaku penasaran. “kau harus bersemedi di dasar samudra selama enam hari enam
malam. Sangat jarang orang bisa keluar dengan selamat. Karena tekanan air yang
besar, banyak ikan buas, kehabisan nafas, dan tidak konsenterasi, jadi dia
dijadikan tumbal iblis” Jawab Kapten serius. “apa hubungannya dengan iblis?”
tanyaku. “Iblis lah yang memberi ilmunya. Tapi, jika kau sudah bersemedi
usahakan jangan berhubungan lagi dengan iblis atau anak buahnya, karena mereka
tidak bisa kita jadikan suruhan atau budak, malahan sebaliknya” Jawab Kapten.
“terima kasih atas informasinya” ucapku. “yaa…sama-sama. Kembalilah bekerja!”
jawabnya padaku. Aku pun kembali ke tempatku. “kau tertarik ya? Hehehe” Tanya
Travis. “hmm…begitulah, demi balas dendam…” jawabku tenang. “jadi kau mau
kekuatan itu untuk balas dendam?” Tanyanya. “iya, emang kenapa?” tanyaku balik.
“kau boleh balas dendam, tapi usahakan jangan membunuhnya, karena balas dendam
tidak ada untungnya. Kau akan merugi” jawab Travis. “iya, iyaaa…hahahhahaa”
jawabku meremehkan. Kami berdua tertawa bersama.
Keesokannya,
aku hanya membawa modal pedang dan pistol menuju samudra. Aku akan mencari
kekuatan itu. Setelah siap, aku mengambil satu sekoci lalu pergi. “hati-hati
nak, hahhahaha. Semoga berhasil” teriak Kapten. Aku mengangguk pelan. Sekoci
pun melesat kencang. Sudah lama diatas sekoci, akhirnya aku sampai di tengah
samudra. Saat aku mau meluncur ke dalam, tiba-tiba ada yang membisikan agar aku
ke pulau San Troges dan akhirnya menetap di pulau San Troges. Setelah sampai,
aku mencari apakah ada orang disana. Tapi akhirnya aku menemukan sebuah Gua.
Gua itu kecil dan ada sisa-sisa kayu bakar. ‘pasti ada yang menetap disini sebelum
aku’ ucapku dalam hati. Aku pun masuk dan memasang kayu bakar, karena hari
sudah mau gelap. Aku pun tertidur. Saat tidur aku bermimpi datang kepadaku
seorang tua Bangka memakai baju tak layak pakai. Dia tiba tiba datang kepadaku
dan membisikan sesuatu. ‘Caroline, saat kau di dalam nanti, jangan halangi
auramu dengan pelindungmu’ bisiknya kepadaku. Aku langsung terbangun kaget.
Setelah beberapa saat, aku merenungkan apa yang dikatakan oleh orang tua Bangka
itu. ‘Tapi, aku tak memakai pelindung apapun ditubuhku, kecuali ‘baju’. Mungkin
artinya didalam samudra jangan memakai baju. Jadi banyak yang gagal karena
memakai baju atau pelindung lainnya agar tidak mendapat bahaya dari ikan hiu’
pikirku. Aku pun mulai ke samudra dan menyelam. Sampai di sana aku memejamkan
mata dan ketenangan datang kepadaku. Aku sudah mulai bersemedi.
Di
Hari Terakhir Bersemedi
Saat sedang
memejamkan mata, aku merasakan sesuatu didepanku. Sudah kuduga, dia lah Iblis
lautan. “ada apa anak muda kau ‘memanggil’ ku? hahahahahaha” Tanya Iblis. “aku
ingin meminta kekuatan istimewa itu…” jawabku dingin. “hahahahaha…tak kusangka
anak muda sepertimu dapat bertahan disini…hahahahah…kekuatan apa yang kau
inginkan anak muda?” Tanya Iblis lagi. “aku ingin mengubah bagian diriku atau
apa yang ku pegang menjadi lebih keras dari Kristal. Itu saja” jawabku.
“hmm…baiklah” jawab Iblis tenang. Tiba-tiba Iblis menghilang dan berubah
menjadi kumpulan menyebar ke seluruh tubuhku. “kekuatan ini bernama ‘Stone
Sea’. Kekuatan ini akan selamanya bersamamu. Tapi kamu harus melakukan apa yang
aku inginkan!” suara Iblis dari segala penjuru. Aku terdiam dan aku ingat kata
K.caroll bahwa ‘jangan ada urusan dengan Iblis setelah mendapat kekuatannya’.
Aku langsung pergi ke permukaan dan naik ke sekoci. Tiba-tiba, ada lima ekor
hiu yang sangat besat datang. “rasakan ini karna menghianatiku!!” suara Iblis
bergema. Aku langsung mengumpulkan kekuatanku dan tiba-tiba, tangan ku berubah
menjadi batu laut yang sangat keras. Dengan sekali tinju, satu persatu hiu
mati. ‘Kekuatan yang sangat hebat’ pikirku. Aku langsung bergegas menuju pulau
Vegas. Sesampainya disana aku menuju bar. Aku ingin membuktikan sebagaimana
kekuatanku. Aku mencoba mengajak salah satu dari mereka bertarung denganku.
Hasilnya sangat manis bagiku. Orang yang ku ajak bertarung tadi, mati dengan
sekalu pukulan. Jadi aku tidak khawatir lagi dengan Si Vilgard itu.
Setelah
itu, aku berniat untuk mencari kapal dan bergabung dan ke pantai. Disana sangat
banyak kapal. Aku merasa tidak yakin, karena mereka tidak cocok dengan ku.
Akhirnya aku menyewa sekoci dan menuju lautan. Setelah lama berlayar dengan
sekoci, akhirnya aku menemukan kapal. “hey, aku ingin ikut berlayar, tapi aku
hanya, menumpang saja. Boleh tidak?” teriakku sangat keras. “siapa kau, aku tak
kenal dirimu, pergilah!” ucap salah satu awak kapalnya. Aku tidak bisa melihat
benderanya. Tiba tiba, terdengar suara orang yang mengusirku tadi mengerang
kesakitan. Lalu munculah K.Caroll. “selamat datang nak? Hahahahha…” ucap
K.Caroll gembira. Aku pun naik ke kapal. Tampak sebuah bendera ‘King Warlords’
berkibar. “hai Kapten, aku berhasil” ucapku tiba-tiba. “yaa…aku percaya padamu,
nak…hahahhahaha” ucap K.Caroll sambil tertawa. Kami pun tertawa bersama.
Setelah berbincang-bincang akhirnya aku bertemu kapal lain. “Kapten, akan ku
perlihatkan kekuatanku!” tegasku. Saat berhadapan dan hampir tabrakan, aku
melompat dan dengan cepat aku menginjak kapal itu. Aku langsung mengubah kaki
dan tangan ku menjadi batu laut yang teramat kerasnya. Tidak lama, semua musuh
pun tumbang kalah hanya karena satu orang saja. Awak kapalku terkejut, satu
kapal telah kosong dan kalah oleh satu orang. Aku pun kembali ke kapal. “wow,
kereeen!!” ucap salah satu dari awak kapalku. “hahahha….terimakasih atas
perhatiannya” ucapku sambil tersenyum. Aku berjalan menuju kapten. “Kapten,
dimana Travis?” tanyaku. Travis pergi untuk mencari kekuatan juga sepetimu.
Nanti bakal banyak orang kuat di kapal ini…hahahhahaha” jawab K.Caroll. Kapal
melaju kencang.
Sudah
selama berbulan bulan bertarung dengan banyak musuh, akhirnya aku menemukan apa
yang ku cari. Kapal ‘The Diamond Vilgard’. Suasana di kapal sangat hening.
Tidak ada yang berbicara sorang pun. ‘akhirnya aku menemukannya…’ ucapku dalam
hati. Kapal sudah bersebelahan dan bersiap untuk perang meriam. “SEMUA,
BERSIAP-SIAP…LAWAN KITA KALI INI ADALAH YANG TERKUAT DI PERMUKAAN LAUTAN INI!!
KITA HARUS SERIUS” teriak Kapten lantang. Aku pun sangat serius mengendalikan
layar utama dan menyeimbangkannya. Pertempuran sangatlah sengit. Tidak ada yang
mau mengalah. Pertempuran awak kapal pun tak bisa di hindari. Setelah beberapa
saat, kulihat keadaan pertempuran sudah tidak imbang. Awak kapal ‘King
Warlords’ sedang kritis. Aku langsung membantu yang lainnya dan menggunakan
kekuatan batu lautku, semua tumbang hanya beberapa saat. Akhirnya aku bertemu
dengan si Vilgard. “Hei kau, masih ingat aku?” tanyaku menantang.
“hahahahaha…kau memang hebat nak…hahahahahahaa” jawab Vilgard. Aku langsung
maju dengan satu langkah cepat. Dengan gesit, dia menangkis pukulanku. Saat
terjatuh, aku langsung mengubah kakiku mendadi batu laut dan menendang kakinya.
Dia terjatuh dan mengerang. Tapi, kemudian dia menghilang dan ada di atasku
dengan pedangnya mengarah padaku. Aku menangkisnya dengan pedang miliku. Aku
pun terpental dan dia pun terpental. Aku terkapar. Sesaat aku mengingat
saat-saat bersama ibuku. Dan itulah yang memberiku kekuatan. Aku berdiri dan
mengangkat pedang dan mengubahnya menjadi batu laut. ‘kuharap sekali tebas bisa
berarti’ pikirku dalam hati. Dia pun mengubah pedangnya menjadi Kristal. Aku berlari
dan dia pun berlari, lalu beradu menebas. Sampai akhirnya, Vilgard tumbang. Aku
ingin membunuhnya, tapi tiba-tiba ada Travis dan menghentikanku. “ingat! Jangan
membunuhnya…” ucapnya dingin. Ternyata dia menjadi manusia es. “kau…dingin
se….sekali..” ucapku menggigil. “hahahahahahha…bisa saja kau ini” jawab Travis
seraya mengubah pedangku menjadi es. “oke oke, aku menyerah…” jawabku lemas.
Aku pun kembali ke kapal bersama Travis. “Dengan Ini Kita Akan Ditakuti…Dan
Telah Datang Dua Orang Kuat” Teriak Kapten seraya melihat kami berdua. Kapal
pun kembali berlayar. “Caroline, suatu saat kita akan bertarung…” Ucap Travis.
“yaa…janji?” tanyaku. “JANJI!!”. Semenjak itu, julukan Sang Mata Satu semakin terkenal dan ditakuti.
TAMAT
Nama: Muhammad sidiq Pramono
Kelas: 1 SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar